Tanggal 2 Oktober sudah ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Saya berkunjung ke Rumoh Batik Aceh yang dibangun paska tsunami oleh BRR NAD-Nias.
Setahu saya, jejak Batik di Aceh muncul pada saat Ibrahim Hasan memimpin Aceh, dan masih bertahan hingga saat ini. Sedangkan dari segi motif yang ada di batik Aceh bisa dilacak jejaknya dari motif-motif ukiran yang terdapat di makam dan rumoh Aceh masa lalu.
Dari rak motif batik cap yang saya lihat di Rumoh Batik Aceh, ada sekitar 100 motif batik Aceh. Ini beberapa yang sempat saya foto.
Menurut pelatih di Rumoh Batik Aceh, Pak Ool asal Cirebon, ada beberapa motif batik yang terkenal dan diminati, yaitu Pintoe Aceh ( Pintu Aceh), Bungoeng Jeumpa (Bunga Jempa),Tulak Angen , Rencong, Awan Berarak, Awan Meucanek, Gayo, Pucok Reubong, dan lainnya.
Ekonom Unsyiah Dr. Sofyan Syahnur, S.E., M.Si, yang kebetulan sedang berada di Rumah Batik mengatakan bahwa masa depan Batik Aceh sangat bagus. Ekonomi Aceh yang lebih banyak mengekploitasi alam, menurutnya perlu diganti dengan ekonomi kreatif seperti batik. Aceh kaya motif dan bahan-bahan alam untuk mendukung produksi batik.
Hari ini, di Rumah Batik Aceh sedang ada kegiatan membatik tulis dan batik cap. Untuk batik cap juga akan dipadu dengan batik jemputan.
Setelah melihat berbagai macam motif batik cap yang terbuat dari tembaga, salah seorang pembatik, Pak Ishak menawarkan diri untuk membatik logo Steemit. Sebelumnya, saya mempromosikan media Steemot sebagai media yang sangat mendukung komunitas. Berikut foto proses dan hasil yang dilakukan secara cepat.
Demikianlah cerita kunjungan ke Rumah Batik Aceh di Hari Batik Nasional.
Selamat Hari Batik Nasional